0. Eyang Ageng Butuh
00. Eyang Nursamjoyo
000. Eyang Aminjoyo
0000. Eyang Lurah Wongso Harjo
00000. Eyang Sonto Suro
0. Eyang Ageng Butuh
Di suatu tempat yang semula berupa hutan yang lebat, konon sangat angker dan banyak dihuni berbagai macam binatang buas nuansa alamnya pun sangat angker, di tempat itu biasa disebut padukuhan Butuh. Di tempat tersebut tinggal seorang tokoh yang menjadi panutan masyarakat di sekitar padukuhan tersebut yaitu bernama Ki Ageng Butuh. Beliau adalah seorang Ki Ageng yang karismatik juga pandai dalam ilmu agama, beladiri dan ahli dalam bidang pertanian. Maka tidak aneh bila masyarakat di Butuh kehidupannya maju pesat, tentram dan damai di bawah pimpinan beliau. Banyak orang bertanya siapakah sebenarnya Ki Ageng Butuh itu ?
Konon ada suatu kisah dimana setelah Kerajaan Majapahit runtuh, banyak keturunan raja dari kerajaan tersebut cerai berai. Salah satunya adalah Ki Ageng Pengging atau Pangeran Handayaningrat, yang menetap di daerah Pengging yang memiliki tiga anak, yaitu Ki Kebo Kanigoro, Ki Kebo Kenanga. Salah satu anak Ki Ageng Pengging yaitu Ki Kebo Kenanga adalah seorang pemimpin yang bijaksana, cerdas serta terampil dalam bidang apa saja termasuk bidang pertanian, pemerintahan lebih - lebih bidang keagamaan yakni agama Islam. Yang mana beliau adalah salah satu murid kesayangan dari Syech Siti Jenar. Karena kepiawaian beliau dalam memimpin daerah dan banyaknya pengikut ajaran agamanya. Maka Sultan di Demak Bintoro khawatir bilamana menjadi pesaingnya di dalam memerintah di Tanah Jawa. Kemudian Sultan Demak mengutus Patih Wanasalam untuk menghadapkan Ki Kebo Kenanga di Keraton Demak, namun tidak berhasil. Akhirnya Kanjeng Sultan mengutus Sunan Kudus bersama ketujuh anak buahnya untuk mendatangi kembali Ki Kebo Kenanga di Pengging. Dengan mandat Kanjeng Sultan " Bilamana Kebo Kenanga tidak mau sowan ke Demak maka Purbawasesa di tangan kedua Sunan tersebut ( di izinkan untuk membunuhnya ) ".
Dalam pertemuan itu terjadi dialog yang alot antara Ki Kebo Kenanga dengan Sunan Kudus, sampai - sampai Sunan Kudus sempat marah mengancam untuk membunuh Ki Kebo Kenanga. Akhirnya dari dialog itu di sepakati Ki Kebo Kenanga tidak dihukum melainkan dia diminta untuk mengasingkan diri pergi dari bumi perdikan dengan menghilangkan nama sebenarnya. Tetapi Ki Kebo Kenanga punya permintaan bahwa bayi yang sedang di dalam kandungan istrinya kelak kalau sudah besar harus menjadi seorang raja di Tanah Jawa. Permintaan tersebut di setujui oleh Sunan Kudus dan ia berjanji, ia sendiri yang akan mendidik dan membimbing anak Ki Kebo Kenanga hingga menjadi raja.
Kemudian Ki Kebo Kenanga beserta istri dan murid - muridnya yang setia mengasingkan diri meninggalkan perdikan Pengging menuju ke arah timur tepatnya di Dukuh Butuh, Desa Gedongan, termasuk wilayah Sragen yang letaknya di kecamatan Plupuh.
Ketika Ki Ageng Pengging ( Ki Kebo Kenanga ) menetap di daerah tersebut, sambil melanjutkan mengajar ilmu keagamaan dan ilmu - ilmu yang lain pada murid dan masyarakat setempat. Sesuai dengan kesepakatan Sunan Kudus beliau sengaja menyembunyikan jati dirinya dan berganti nama Ki Ageng Butuh.
Sumber ; Perpustakaan Sragen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar